
Sebagai langkah konkret dalam mendukung Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bombana bekerjasama dengan Wahdah Muslimah Bombana menggelar acara tata cara penyelenggaraan jenazah yang diadakan di Gedung layanan Perpustakaan Bombana.
Dengan melibatkan Wahdah Muslimah Bombana sebagai mitra, kegiatan tersebut diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat terkait aspek penting dalam tata cara pemakaman.
Sekaligus bermaksud untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang tata cara penyelenggaraan Jenazah sesuai dengan Norma-norma Agama Islam.
Kolaborasi ini diharapkan menciptakan momentum positif dalam upaya mendukung pemahaman masyarakat mengenai tata cara penyelenggaraan Jenazah, sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai agen perubahan dan penyedia informasi penting dalam masyarakat.
Peserta acara yang terdiri dari anggota Wahdah Muslimah Bombana dan masyarakat umum merespon positif kegiatan ini. Mereka mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang Aspek-aspek tata cara penyelenggaraan Jenazah, termasuk prosedur-prosedur administratif dan Norma-norma keagamaan yang berkaitan.
Peserta acara terlibat langsung dalam simulasi dan tata cara penyelenggaraan Jenazah, mulai dari persiapan Jenazah hingga proses pemakaman.
Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi model bagi kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program-program pemerintah dan memperkuat hubungan antara lembaga masyarakat dan pemerintah setempat.
Sulfiah selaku Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca mengatakan. “Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya menjadi kegiatan sekali waktu, melainkan dapat membuka jalan bagi lebih banyak inisiatif bersama yang mendukung perkembangan masyarakat dan keberlanjutan Program TPBIS di wilayah kita”, tuturnya.
“Kami sangat bersyukur atas kolaborasi yang erat antara Wahdah Muslimah dan Perpustakaan Kearsipan Bombana dalam mengadakan acara ini. Ini merupakan langkah nyata dalam mendukung keberhasilan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS),” tutup Ibu Sulfiah.
Penulis: Nahma



