Beranda Bombana Mengembalikan Jiwa Rumah Tradisional Moronene

Mengembalikan Jiwa Rumah Tradisional Moronene

0

Wonuabombana.id – Rumah dalam tradisi Moronene bukan sekadar bangunan. Ia adalah microcosm dari wonua—langit diwakili atap, kehidupan berada di badan rumah, dan dunia bawah terletak di kolongnya.

Rumah tidak hanya berdiri—ia berbicara. Struktur keseluruhannya menyiratkan pesan-pesan kosmologis. Atapnya mendominasi sebagai simbol perlindungan semesta. Bumbungannya yang melengkung menghadirkan makna kesejahteraan dan kewibawaan. Tangga dan tiangnya menandakan tatanan sosial.
Orientasinya selaras dengan alam dan pergerakan matahari.

Hari ini, banyak bangunan monumental cenderung menyederhanakan bentuk atau sekadar menempelkan lambang-lambang budaya di permukaan—sebatas ornamen dan hiasan—tanpa menghadirkan bahasa strukturnya, tanpa menghidupkan makna kosmologisnya, dan tanpa menegaskan identitas komunitas yang diwakilinya. Padahal, jika rumah adalah wajah peradaban, maka arsitektur publik adalah cermin harga diri kolektifnya.

Mengembalikan jiwa rumah Moronene bukanlah upaya kembali ke masa lalu. Ini adalah langkah menegaskan masa depan dengan identitas arsitektur yang lebih jelas dan berakar. Sebab tanpa jiwa, rumah hanyalah bangunan. Dan setiap peradaban yang besar selalu memiliki bahasa arsitekturnya sendiri.

Moronene pun perlu memiliki wajahnya sendiri. Terlebih ketika memasuki peradaban yang semakin maju, penyelarasan dengan teknologi modern justru dapat melahirkan karya arsitektur yang lebih estetik dan inovatif—tanpa kehilangan kedalaman filosofis dan kosmologisnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here