
WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Duet atau pasangan dalam dunia pekerjaan, baik itu Wiraswasta, Pejabat Pemerintahan, Aparat Sipil Negara (ASN) dan lain sebagainya, bukanlah hal yang lumrah kita jumpai.
Namun akan tetapi, duet dalam suatu pekerjaan yang sama, dengan latar belakang sosial yang sama, (Dari Trah Bangsawan) mungkin hampir dipastikan jarang terjadi atau mungkin baru di Bombana, Sulawesi Tenggara terjadi?,.
Kenapa tidak, 2 Rumpun Kerajaan Besar di Kabupaten Bombana, Yakni Raja Moronene Rumbia, Pauno Rumbia VII YM, Apua Alfian Pimpie SH, MAP dan Sekretaris Jendral (Sekjen), Dewan Adat Moronene (DAM) Poleang, Mokole Anton Ferdinan, dipaketkan menjadi satu. Yakni Dinas yang sama, dan yang lebih baiknya lagi, ada korelasinya dengan status sosial yang keduanya sandang. Yaitu sebagai Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bombana. Jadi keduanya mengatakan “paket komplit” kata keduanya sembari tersenyum.
Kadis Perpustakaan yang baru saja dilantik 13 Juli kemarin berkomitmen akan memajukan Dinas yang dipimpinnya degan program yang berbasis digital. Dimana perkembangan zaman hari ini, tidak lepas dengan technologi. “Saya sudah berbicara dengan Sekdis agar kedepan bisa kami canangkan program yang berbasis digital. Dan ini, sejalan dengan yang pernah saya angkat padasaat wawancara di asesmen kemarin”, kata Kadis Perpustakaan di Ruang kerjanya.
Beliau juga merespon positif setiap organisasi-organisasi yang bergelut tentang Budaya atau pemerhati Budaya, sehingga pada akhirnya akan sejalan dengan program Perpustakaan selaku Dinas Teknis.
“Dalam waktu dekat, saya akan bertemu dengan Sekda untuk membicarakan banyak hal, diantaranya terkait anggaran. Sebab, banyak program yang akan coba kami canangkan kedepan, akan tetapi itu semua bisa saja kita lakukan jika anggarannya tersedia. Serta tidak lepas dari dukungan Pemda Bombana”, katanya lagi.
Bukan itu saja sambung YM Alfian Pimpie, mengingat pentingnya dokumen-dokumen penting Kerajaan seperti Buku dan benda berharga lainnya, maka nantinya beliau beserta jajarannya akan mengarsipkannya di perpustakaan.
Secara terpisah, Mokole Anton Ferdinan yang juga selaku Ketua Gerakan Minat Baca Kabupaten Bombana, secara terpisah menambahkan jika kolaborasi dirinya dengan Pak Raja bukanlah hal yang kebetulan tanpa adanya alasan yang mendasar. Menurutnya, ini sudah melalui pertimbangan dan kajian oleh Bupati demi memajukan Dinas Perpustakaan kedepan sehingga jauh lebih baik lagi.
“Bersama Kadis, atau Yang Mulia Pak Raja, kami telah berkomitmen, program Dinas Perpustakaan Kabupaten Bombana kedepan akan mencanangkan Perpustakaan yang berbasis inklusi sosial. Itu merupakan salahsatu program andalan kami. Dimana, Masyarakat membaca di Perpustakaan, setelah itu langsung mempraktekan apa yang mereka baca. Misalnya begini, setelah membaca Buku mengenai pembuatan kripik pisang, kemudian di Desa ada terdapat pisang yang berkualitas, lalu mereka mempraktekannya, itu sudah pasti akan meningkatkan kesejahteraan mereka”, terang Anton Ferdinan.
Yang kedua masih dari Anton Ferdinan, dalam meningkatkan layanan perpustakaan, diantaranya ada yang namanya perpustakaan keliling. Dimana Dinas Perpustakaan akan mendatangi masyarkat untuk menawarkan buku, untuk dibaca sesuai dengan kebutuhannya.
Selanjutnya, semua Arsip-arsip Kuno Kerajaan Moronene secara keseluruhan (Kerajaan Moronene Rumbia, Kerajaan Moronene Poleang, dan Kerajaan Moronene Kabaena), harus diselamatkan. “Nantinya Dokumen-dokumen Kerajaan Moronene perlahan harus di digitalisasi di Perpustakaan. Namun demikian, kita juga tidak bisa memaksa kepada pihak Kerajaan (Untuk disimpan) dalam bentuk asli. Duplikat boleh, minimal ada Back Up nya di perpustakaan. Kan Masing-kerajaan sudah memiliki Rumah Adat Kerajaan, silahkan simpan dalam bentuk aslinya disana. Artinya apa?, Kalau ada Ade Mawasiswa yang melakukan penelitian, dan ingin mengangkat Budaya kita, mereka akan terbantu sekali dengan adanya itu”, urainya.
Sementara di Kantor Perpustakaan sendiri, Mokole Anton Ferdinan kembali mengatakan dan memastikan, kalau pihak Dinas Perpustakaan akan menyiapkan Koleksi Deposit. Maksudnya, disitu akan ada Rak terpisah, Rak Khusus penyimpanan Buku-buku yang bermuatan Konten Lokal, khususnya tentang Suku Moronene. (w/b)



