Jakarta, Wonuabombana.id – Dalam rangka mendukung Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto salah satunya dibidang pangan, Bupati mengikuti rapat umum yang diikuti oleh seluruh Kepala Daerah se Indonesia, dan sebagai pembicara langsung adalah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, kelurahan Bupati Bombana H. Burhanuddin langsung disahuti dengan diarahkannya untuk menyurat.
Rapat yang berlangsung di Auditorium Gedung F Kantor Pusat Kementrian Pertanian, Ragunan Jakarta Selatan menjadi momen yang sangat berkesan bagi Bupati Bombana. Karena bisa menyampaikan secara langsung keluhan yang dialami daerah yang di pimpinnya dihadapan Menteri Pertanian. Dalam pertemuan yang dimaksud, dihadiri pula Menteri Dalam Negeri, Jendral (Purn) Muhammad Tito Karnavian.
Berikut keluhan lengkap Bupati Bombana H. Burhanuddin yang disampaikan langsung didepan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menjadi pembicara.
Izin dari kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi tenggara. Izin Pak Menteri, ada tiga hal yang kami dipertanyakan. Yang pertama, Kabupaten Bombana memiliki potensi kelapa, yang sampai hari ini hanya di ekspor tanpa ada pengolahan.
Yang kedua, Kabupaten Bombana memiliki kurang lebih 13.000 Hektar sawah, dan sampai sekarang hanya sekitar 20% diolah di Kabupaten Bombana.
Kemudian yang ketiga, yang paling tren pada hari ini Pak, Saya dapat kabar dari Kabupaten Bombana Petani kita, khususnya petani sawah, Sekarang lagi mengeluh, Bulog tidak lagi membeli Padi atau Gabah dari Petani karena kuotanya habis. Sehingga harga mulai sudah terfluktuasi terimakasih.
Mendengar keluhan itu, Kementan langsung memberikan respon. “Karena semangat kerja, nggak ada istilah Kuota habis. Nggak ada. Harus jalan terus. Pemerintah harus jalan terus. Ini yang saya sampaikan, kalau perlu menyurat lagi pa Bupati”, jawab Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Sebelumnya, Kepala Bulog Kabupaten Bombana Aan secara langsung saat diwawancari oleh Awak dari Media ini menyampaikan, kalau Bulog Bombana belum membeli lagi padi, atau gabah dari petani karena disebabkan, target dari Pemerintah Pusat yang telah di tentukan, sudah terpenuhi. Bahkan klaimnya telah melampaui dari target yang ditentukan.

“Perintah inpres yang tiga juta ton itu sudah selesai. Dan target untuk Bombana sendiri yang 39 ribu ton sudah tercapai juga”, ungkap Kepala Bulog Bombana Aan.
Walaupun membeli, tapi skemanya beda. Skema komersil. Dimana pasarnya harus dicari dulu katanya.
“Bukan gak membeli, kita tetap membeli, tapi skemanya komersil. Kalau komersil itu kan, harus dicari pasarnya dulu. Karena beras kan gak bisa disimpan lama. Maksimal satu bulan”, tambahnya kembali.
Informasi terbaru, Selasa (23/9) dari Kepala Bulog Bombana, “Hari ini Bulog Bombana dalam proses pengajuan anggaran ke Bulog pusat dalam rangka tindak lanjut”, tegas Aan.
Penulis: Sumardin, Editor: Admin.




