WONUABOMBANA.COM, RUMBIA – Nama salah satu Tokoh Masyarakat Wonua Bombana yaitu Ir. H. Kasra Jaru Munara M.Sc., kembali mencuat akhir-akhir ini. Ada banyak wacana dengan beragam perspektif yang berkembang di tengah masyarakat Sultra khususnya Bombana pasca berakhirnya masa jabatan Tafdil – Johan Salim tanggal 22 Agustus lalu.
Ketokohan Kasra memang patut diperhitungkan. Kenapa tidak, sebagai pendatang baru di dunia politik dengan latar belakang Praktisi Bisnis dan Teknokrat, dia mampu tampil di Pilkada Bombana 2017 berkompetisi melawan petahana. Saat ini, selain berkecimpung dalam dunia akademisi dia juga mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia di Sultra.
Kasra memang adalah sosok yang fenomenal. Tahun 2016 dia mengundurkan diri dari Schlumberger (sebuah perusahaan multinasional), tempat dia meniti karir profesional selama 18 tahun lamanya dengan penempatan tugas di berbagai negara. Kepeduliannya terhadap kampung halaman (Bombana) membuatnya rela meninggalkan karir dan segala kenyamanan hidup, sebuah tindakan yang jarang dilakukan oleh orang.
Mungkin dengan alasan inilah kemudian banyak pihak yang bersimpati kepadanya dan ada juga yang menawarkan diri menjadi relawan. Hanya dalam kurun waktu satu tahun lebih sosialisasi, dia mampu meraih dukungan politik baik dari masyarakat maupun partai politik. Hasil perolehan suara di Pilkada 2017 itu cukup mencengangkan karena hanya kalah 1.200an suara dari incumbent.
Maka dari itu, tidak mengherankan apabila saat ini nama H. Kasra kembali menjadi bahan perbincangan khalayak baik di forum formal- informal maupun di social media. Ada yang masih menginginkan dia tampil bertarung kembali, ada juga yang masih menunggu pernyataan kesiapannya untuk maju.
Menyikapi masalah itu, Pak Haji sapaan akrabnya, akhirnya buka suara dalam sebuah kesempatan saat bersilaturahmi di rumah mantan Kepala Desa Lantawonua. “Saya selalu siap, saat ini tim sedang menyiapkan untuk menurunkan survey. Bilamana hasil survey nanti menunjukan hasil yang baik maka kami akan segera merealisasikan rencana kerja-kerja politik yang sudah lama kami formulasikan. Kami juga banyak belajar dari pengalaman yang lalu, Pilkada 2017 menjadi bahan evaluasi dalam menyusun tim pemenangan”. Ucap Kasra dihadapan beberapa Tokoh Masyarakat Desa Lantawonua Rabu sore 31/8 kemarin.
Iapun menambahkan, “Sepertinya ada beberapa putra daerah yang juga ingin tampil, hal ini tentunya adalah hal yang baik dalam berdemokrasi. Saya siap berembuk, bilamana perlu, bisa saja diadakan semacam uji kelayakan yang mencakup pemaparan visi-misi, program kerja, dan tak kalah pentingnya kapasitas dan kapabilitas. Nantinya semua pihak harus mendukung figur terbaik dari hasil uji kelayakan tersebut”.
Namun pernyataan H. Kasra spontan disahuti oleh Bapak Arsyad (mantan Kades-red). Menurutnya, selaku putra daerah, dia selalu mendukung setiap Putra Daerah yang tampil di ajang kontestasi Pemilu seperti Alm. Subhan Tambera dan H. Kasra Jaru Munara,
“Saya ini sebagai Putra Daerah, jadi saya malu kalau ada pencalonan Kepala Daerah, baru saya tidak menangkan. Dan ini sudah beberapa kali terbukti. Bayangkan sejak pencalonannya Almarhum Subhan Tambera hingga Pak H. Kasra, selalu menang mutlak disini di Lantawonua. Dan kedepan kalau Pak Haji maju, saya tetap lagi akan mendukung dan menangkan”, tegasnya.
Mantan Kepala Desa periode (2011-2017) ini kembali menegaskan bahwa, dalam hidup kita harus punya prinsip dan mempertahankan idealisme. Jangan hanya karena kepentingan sesaat, kita menderita selama 5 tahun. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan peduli dengan masa depan daerah kita. (w/b)




