Wonuabombana.id- Musyawarah Besar (Mubes) Perangkat Kerajaan Moronene Keuwia Rumbia, yang dihadiri oleh seluruh perangkat kerajaan, menghasilkan 5 (Lima) Poin keputusan, yang telah disepakati, dan tetap mengakui bahwa Raja Moronene Keuwia Rumbia, Pauno Rumbia ke VII tetap PYM. Apua Mokole Alfian Pimpie SH., M.AP.
Mubes yang sukses digelar, berlangsung di Rumah Adat Moronene Keuwia Rumbia (Raha Mpu’u) yang bertempat di Kelurahan Taubonto, Kecamatan Rarowatu, Selasa 10 Juni 2025. Dengan estimasi tamu undangan yang hadir ratusan orang.
Dalam konfrensi Persnya didepan awak media yang didampingi langsung oleh Raja Poleang PYM. Mokole Nipon Ali, Sapati Kerajaan Moronene Poleang PYM. Mokole Patani Ali, Sesepuh/Penasihat, Mokole Penyangga (Tuko Wonua), Bonto, Mokole Pa’aluma, Kapita Lao, Tobu, Sara Ea, Tolea, Limbo, dan Tamalaki, dan Tokoh Moronene lainnya,

Secara tegas Raja Moronene Keuwi Rumbia menyatakan, Mubes yang dirangkaikan dengan Konfrensi Pers usai kegiatan, dilakukan agar Masyarakat Moronene, Khususnya Moronene Keuwia Rumbia tidak lagi terpengaruh, atau terprovokasi, apalagi percaya dengan isu murahan yang beredar.

Foto bersama Raja Moronene Keuwia Rumbia, Pauno Rumbia ke VII PYM. Apua Mokole Alfian Pimpie, SH., M. AP, didampingi langsung oleh Raja Moronene Poleang PYM. Mokole Nipon Ali, beserta Mokole/Perangkat Kerajaan Moronene lainnya usai Konfrensi Pers.
Yakni Raja Moronene Keuwia Rumbia, Pauno Rumbia ke VII telah dimaksulkan/dinonon Aktifkan. Itu tidak benar dan berdasar, tegas PYM. Apua Mokole Alfian Pimpie yang ikut disahuti oleh petinggi Kerajaan termasuk Raja Moronene Poleang yang berada di tempat.
“Khususunya Masyarakat Moronene bahwa isu-isu murahan yang berkembang selama ini, tidak benar adanya. Karena tidak ada dasarnya, kemudian Lembaga yang mereka pakai (LAM), untuk memkasulkan Raja, itu sudah kami demisioner setelah ada yang kami bentuk pada Tahun 2017 (LAKM). Jadi pada dasarnya pertemuan ini untuk menyatukan persepsi, mengcounter pernyataan di Media Sosial supaya dari kalangan luas itu mengetahui”, terang Apua Mokole Alfian Pimpie saat konfrensi Pers dengan awak media usau kegiatan.
Menyikapi aduan yang dilakukan oleh pihak sebelah lewat Lembaga Adat Moronene (LAM), dimana beberapa hari yang lalu telah bertandang ke Sultan Buton, PYM. Apua Mokole Alfian Pimpie menuturkan jika Kerajaan Moronene tidak bisa diintervensi dari pihak manapun. Termasuk dari Kesultanan Buton. Sebab, Kerajaan Moronene, Khususnya Moronene Keuwia Rumbia, memiliki perangkat dan pemerintahannya tersendiri.
“Sejak dulu itu jaman Kesultanan Buton, secara Turun Temurun, Kesultanan Buton itu tidak pernah mengintervensi urusan Rumah Tangga (Kerajaan) Moronene. Apalagi sekarang Bombana telah berdiri sendiri menjadi Daerah Otonom”, ujar PYM. Apua Mokole Alfian Pimpie.
Namun begitu, PYM. Apua Mokole Alfin Pimpie berkata, apabila memang dari dirinya selaku “Pauno Rumbia (Raja Rumbia)” ada sesautu yang dirasa janggal atau keliru dalam menjalankan roda pemerintahan, ia membuka diri untuk dikoreksi dengan cara dikomukiasikan dengan baik, atau dengan cara bermusyawarah Adat seperti yang telah dilakukan oleh para pendahulu di Kerajaan Moronene demi terwujudnya solusi terbaik.
Menjawab pertanyaan dari awak media terkait planing Pelestarian Adat kedepan di Kerajaan Moronene Keuwia Rumbia yang masuk dalam sorotan pengadu, PYM. Apua Mokole Alfian Pimpie kembali menuturkan jika sebenarnya dari Kerajaan Moronene sendiri, telah lama merencanakan kegiatan Festifal Adat Akbar, dan dihadiri oleh Seluruh Raja se Nusantara.
Hanya saja lanjut PYM. Pihaknya masih terkendala difasilitas. Sebab, untuk membuat kegiatan besar, berarti harus memastikan ketersediaan fasilatas seperti penginapan dan Hotel. Sebab, akan banyak Tamu yang hadir. Nah Bombana belum memenuhi itu ungkapnya.
Mubes resmi dari kerajaan Moronene Keuwia Rumbia menyepakati dan menetapkan 5 (Lima) Poin Hasil Musyawarah. Diantaranya adalah sbb:
- Lembaga Adat Kerajaan Moronene Keuwia (LAKM-Keuwia) adalah Lembaga Adat yang SAH dengan Akta Notaris No: 06, Tanggal: 23 Oktober 2017.
- Lembaga Adat Moronene (LAM) bukan merupakan bagian dari Lembaga Adat Kerajaan Moronene Keuwia (LAKM-Keuwia).
- Tidak menghendaki adanya perpecahan pada keluarga besar Moronene.
- PYM. Raja Moronene-Pauno Rumbia VII Mokole Alfian Pimpie SH., M.A.P hanya bisa diganti atas 3 hal (Wafat, Tindakan Amoral, Mengundurkan Diri oleh karena ketidakmampuan secara fisik dan Rohani).
- Memutuskan bahwa Pauno Rumbia VII Apua Mokole Alfian Pimpie, SH., M.A.P adalah Raja Moronene Keuwia-Rumbia secara SAH.
Penulis: Sumardin
Editor: Admin.




