Pemerintah Kabupaten Bombana, masih terus menjadikan masalah Stunting adalah sakala prioritas yang harus segera dituntaskan. Kemarin pada gelaran Coffe Morning yang dibuka langsung Pj Bupati Bombana Burhanuddin, Rabu (4/10/2023) di Aula Tanduale, bukan hanya membahas isu Stunting semata. Namun, terkait Kemiskinan Ekstrim, Inflasi, sampai pada harapan terwujudnya Pemilu Damai di 14 Februari 2024 mendatang, ikut serta menjadi Topik pembahasan.
Kegiatan ini digelar untuk membahas capaian-capaian pemerintah daerah terkait dengan isu-isu strategis. Yang menjadi kegiatan prioritas pemerintah, khususnya tentang kemiskinan ektrem, stunting dan inflasi.
“Saya merasa penting untuk dipertegas kembali, komitmen-komitmen kita pada pertemuan coffee morning pada bulan mei lalu, karena isu-isu yang ditampilkan tersebut masih menjadi isu yang utama saat ini” ujar Pj. Bupati Bombana.
Isu Stunting di Kabupaten Bombana menurut data Survei Satuan Gizi Indonesia (SSGI), masih di angka 35,3 persen dan masih di atas angka stunting tingkat provinsi. Ini merupakan satu tantangan besar bagi Kabupaten Bombana untuk mencapai target angka stunting 14 persen di tahun 2024.
Menurut Pj Bupati, setelah turun langsung ke lapangan pada kegiatan-kegiatan posyandu yang di laksanakan di tiap Kecamatan, ada beberapa kasus yang ditemukan sudah di vonis berdasarkan data anak yang terindikasi stunting, tetapi pada saat dikunjungi, tidak menunjukkan gejala-gejala stunting.
Lebih lanjut, Pj. Bupati Bombana meminta Kepala Dinas Kesehatan dan BKKBN, untuk melakukan validasi mandiri, kunjungan-kunjungan ke lapangan, dan intervensi pendataan.
“Lakukan validasi, saya yakin angka 35 persen ini masih bisa kita tekan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, ada hasil yang kita dapatkan. Dan kembali kita deklarasikan bahwa Kabupaten Bombana angka stuntingnya, harusnya jauh lebih rendah” tambahnya lagi.
Selain itu terkait dengan angka kemiskinan, Bombana masih di angka 10,26 Persen. Pemerintah Kabupaten Bombana, masih terus melakukan upaya-upaya dalam menurunkan angka kemiskinan, salah satunya telah melakukan validasi kembali dan memberikan labelisasi terhadap rumah-rumah masyarakat miskin gar nantinya bantuan-bantuan yang diberikan oleh pemerintah itu tepat sasaran.




