Wonuabombana.id – Buka dengan resmi Kegiatan Pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Pengurus DPW Asosiasi Unit Pengelolah Kegiatan (UPK) Provinsi Sulawesi Tennggara (Sultra), di Kabupaten Bombana selaku Tuan Rumah Kegiatan, Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani merespon positif. Bahkan mendukung penuh Asosiasi ini hingga berikan apresiasi yang tingggi.
Apresiasi yang diberikan Wakil Bupati daerah itu bukan tanpa alasan. Sebab, lembaga yang bergerak dibidang keuangan khususny nya simpan pinjam hingga merambat ke usaha lain, terbukti telah mampu bertahan selama tiga generasi ujarnya.
Seperti pergantian beberapa presiden karena telah berakhir masa jabatannya, mulai dari Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY), Presiden Jokowi Dodo (Jokowi), hingga kini Presiden Prabowo Subinato, UPK ini masih tetap bertahan dan eksis.
“Saya kira dengan adanya kegiatan UPK yang ternyata diketuai saudara kita Herdin, saya kira ini sangat bagus dan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat kabupaten bombana, dan ini juga bisa membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan taraf hidupnya masyarakat kabupaten Bombana”, kata Wakil Bupati Bombana Rabu (7/5).
“Karena UPK ini, berangkat dari PNPM, sampai hari ini mereka masih eksis, sudah kurang lebih 15 Tahun bersama-sama dengan pemerintah, artinya mereka sudah mandiri, mereka sudah berdiri sendiri, mereka sudah terdaftar di Kemenkumham, sudah ada AHU nya, tapi programnya, masih program yang sama dengan sewaktu masih PNPM, dan sudah banyak membantu masyarakat bombana. Muda-mudahan juga dipemerintahan kami ini, bisa bersinergi tentang apa program visi-misi kami dengan UPK di Kabupaten Bombana”, lanjut Wakil Bupati.
Tidak sampai disitu saja, Wakil Bupati Bombana juga menerangkan bahwa, apabila UPK di Bombana maju, maka otomatis masyarakat juga akan sejahtera. Khususnya masyarkat yang tersasar dengan UPK ini. Pasalnya hari ini, UPK sendiri tidak hanya bergerak pada bidang Usaha Simpan Pinjam. Melainkan telah bergerak dipemberdayaan masyarakat lainnya.
“Untuk pelaku eknomi, pelaku usaha, pertanian, perkebunan, mereka sudah masuk diranah itu. Ketika dia maju UPK nya, masyarakat Kabupaten Bombana yang tersasar oleh kegiatan ini, otomatsi itu akan berpengaruh positif dengan peningkatan kesejahteraannya masyarakat kita yang ada di Kabupaten Bombana. Dan akan mengurangi angka kemiskinan”, ungkap Wakil kembali.
Namun begitu, mantan Anggota DPRD Kabupaten Bombana 3 periode ini kembali mengimbau, agar pihak UPK setempat harus tetap selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah selaku pucuk pimpinan tertinggi di daerah. Karena pada hakekatnya kata Wakil, koordinasinya tetap akan dikembalikan ke mereka. Baik itu program daerah, maupun program Nasional.
Ditempat yang sama, Ketua DPW Asosiasi UPK Sultra, Sandi Saputra menguraikan jika, UPK awalnya adalah Program Pengelola Kegiatan (PPK) di Kecamatan. Kemudian berganti nama menjadi PNPM Mandiri Desa pada saat Pemerintahan Presiden SBY. Kemudian lagi setelah PNPM bubar, maka terbentuklah UPK. Nah UPK inilah yang masih bertahan dan eksis hingga hari ini cetusnya.
“Kalau untuk UPK inikan awalnya dari PPK, kemudian pindah ke PNPM Mandiri pedesaan, sekitar Tahun 2009-2010 kalau tidak salah. Dulu waktu jaman PNPM, semua dana dari Bank Dunia itu masuk ke UPK, itu pengelolahnya adalah UPK. Baik itu dana fisik, dengan dana bergulir (Simpan Pinjam)”, urainya.
“Dulu itu, tergantung dari kecamatan. Ada yang mendapat 1 Miliar, 2 Miliar, 3 Miliar, pada waktu itukan, pembangunan fisik semua di Desa, uangnya masuk di UPK. Nanti mereka (Desa), yang bermohon mengajukan Proposal di UPK, baru kita cairkan dananya termasuk dana bergulir”, tambahnya.
Berjalannya waktu masih dari Ketua DPW UPK Sultra, pasca berakhirnya PNPM, hilangmi dana fisiknya. Tinggal dana bergulirnya yang ada. Itulah kemudian yang dikelolah oleh UPK menjadi modal usaha hingga kini dengan berbagai bidang.
Ketua juga menyebutkan Total Dana UPK untuk Sultra sendiri, apabila semua Kabupaten berjalan, sudah berkisar 25 Miliar. Namun kata Ketua, setelah bubarnya PNPM Mandiri Pedesaan, sudah ada beberapa Kabupaten yang pengelolah UPK nya terhenti. Tapi tanpa terkecuali di Kabupaten Bombana, Ketua DPW memuji. Pasalnya pengurus DPD di Kabupaten hingga Kecamatan, masih berjalan lancar dan berkembang.
Penulis: Sumardin
Editor: Admin.

![FB_IMG_1746611603131[1]](https://wonuabombana.id/wp-content/uploads/2025/05/FB_IMG_17466116031311-640x427.jpg)


