Beranda Bombana Peduli Dengan Budaya, Ketua Sepakat Gelar Diskusi Terkait Pengolahan Wilayah Tradisional Suku...

Peduli Dengan Budaya, Ketua Sepakat Gelar Diskusi Terkait Pengolahan Wilayah Tradisional Suku Moronene di Masa Lampau

0
Ketua Organisasi Sepakat "Tengah" saat menjadi menjadi Narasumber Forum Group Discusion bersama beberapa Tokoh Suku Moronene yang diadakan di Kantor Balitbang Kabupaten Bombana.

Ketua Organisasi Seniman Pemuda Kreatif (Sepakat), Heryan Powatu mengadakan Forum Group Discusion (FGD) sebagai tambahan referensi atau masukan sebelum menerbitkan Buku berikutnya yang dalam waktu dekat akan segera dicetak sebanyak 60 eksemplar tahap awal.

Buku yang menulis tentang Budaya Suku Moronene dimasa Lampau ini menjabarkan tentang bagaimana Struktur dan Fungsi Pengolahan Wilayah Agraria Tradisional Suku Moronene di Kabupaten Bombana.

Menurut Heryan, sebagai Putra Moronene, dirinya merasa punya kewajiban dan tanggung jawab moril untuk berbuat positif terhadap Sukunya.

Salah satunya adalah mencari tahu dari berbagai sumber, baik dari para Tokoh Adat, Budayawan, serta Benda-benda lainnya yang mendukung, atau yang ada keterkaitannya dengan Seluk beluk Budaya Suku Moronene.

“Karena dalam Struktur Kelembagaan itu (Kerajaan Suku Moronene dimasa lampau), ada Tokoh yang yang dipercayakan untuk mengurus wilayah. Yaitu, Tomi Lere. Yang dipercaya mengurusi bidang Pertanian, Perdagangan, dan Peternakan. Itu khusus yang mengurus wilayah agraris”, jelas Heryan.

“Ada juga wilayah maritim, yaitu Rai-rai Ngapa, Pontoria Buata. Itu adalah Tokoh yang dipercaya mengelolah pinggir pantai”,tambahnya lagi.

Saat ditanya apa harapannya dengan apa yang telah ia lakukan selama ini, mengangkat budaya Moronene melalui Penulisan Buku/meliterasikan, ia berharap akan senantiasa mendapatkan Support dari berbagai pihak, khususnya Suku Moronene. Terlebih lagi kepada Pemerintah Kabupaten Bombana.

Sumarni sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Bombana, usai mengikuti kegiatan, dirinya mengatakan mendukung sepenuhnya kegiatan Forum Diskusi ini. Terlebih lagi kegiatan yang dimaksud, adalah hasil kerja sama keduanya yang kemudian diselenggarakan di Kantornya Senin (11/12/2023).

“Kegiatan ini sangat positif. Agar supaya, generasi berikutnya Suku Moronene, bisa mengetahui asal usul Sukunya, Adat Istiadat, dan Budayanya”, ucapnya.

Karena semakin hari, Budaya akan semakin tergerus dengan perkembangan zaman seperti sekarang, bila tidak segera diantisipasi.

Justru itu, dirinya selaku keterwakilan Pemerintah, sebagai Kepala Badan Balitbang Kabupaten Bombana, berterimakasih kepada Ketua dan Anggota organisasi Pemuda Seniman Pemuda Kreatif, yang lebih akrab disebut SEPAKAT. Karena masih ada seperti mereka yang begitu peduli dengan Budayanya sendiri.

Ucapan terimakasih pula Bu Kaban sampaikan kepada para Tokoh, dan Tetua Suku Moronene yang telah meluangkan waktunya untuk menghadiri kegiatan yang dimaksud.

“Saya sangat berterimakasih kepada semua Tokoh yang telah hadir tanpa terkecuali. Terutama orang Tua kita Bapak Mansur Lababa. Ditengah kesibukan beliau, beliau masih menyempatkan diri untuk hadir”, bebernya.

Hal serupa pula diungkapkan oleh dua Tokoh pegiat Budaya di Kabupaten Bombana. Yakni, Anton Ferdinan dan Mansur Lababa. Keduanya yang juga menyempatkan diri untuk hadir, sangat memberikan respon positif atas diselenggarakannya Forum Diskusi menyangkut Budaya Suku Moronene pada masa lampau, yang nantinya akan dituangkan dalam penulisan Buku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here