Dalammeningkatkan Indeks Inovasi Daerah menjadi sangat inovatif, Aryanto, SKM., M. Kes yang merupakan peserta Proper Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan XII Badan Pengembangan SDM Provinsi Sulawesi Tenggara, melakukan Sosialisasi sekaligus Bimtek Aplikasi Laboratorium Daerah melalui media digital.
Yang mana inovasi itu sendiri adalah adanya suatu pembaharuan perubahan, yang tadinya tidak ada, menjadi ada dalam pelayanan publik, maupun pemerintahan. Dengan berinovasi, bisa menciptakan pelayanan publik yang lebih efisien, dan berkesinambungan.
Sehingga dengan dasar itulah, Aryanto yang juga merupakan Kepala Bidang Pembangunan Inovasi dan Teknologi Balitbang Kabupaten Bombana, melakukan giat Sosialisasi sekaligus Bimtek di beberapa Dinas di daerah ini.
Dinas yang dinilai berhubungan dengan pelayanan publik seperti: Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas SATPOL-PP, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Disnakertrans, DLH dll.
Bukan itu saja, Aryanto juga telah melakukan Sosialisasi sekaligus Bimtek di 6 Kecamatan di Kabupaten Bombana. Diantaranya: Kecamatan Poleang Selatan, Kecamatan Poleang Timur, Kecamatan Poleang Tengah, Kecamatan Poleang Barat, Kecamatan Rumbia, dan Kecamatan Mata Oleo.
“Sudah ada beberapa Dinas di Bombana saya lakukan Sosialisasi dan Bimtek. Seperti Dinkes, Dikbud, PTSP, SATPOL-PP, Disperindagkop, Disnakertrans, Dlh dll. Bahkan, saya juga sudah sosialisasi di 6 Kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Poleang Selatan, Kecamatan Poleang Timur, Kecamatan Poleang Tenga, Kecamatan Poleang Barat, Kecamatan Rumbia dan Kecamatan Mata Oleo”, bebernya.
Aplikasi Laboratorium inovasi yang ada di Balitbang Kabupaten Bombana, dari Balitbang sendiri, bermaksud untuk memperkenalkan Laboratorium Inovasi Daerah kepada organisasi perangkat daerah, maupun kesemua Kecamatan di Bombana agar bisa mengetahui apa, dan bagaimana kelebihannya bila memiliki Aplikasi Inovasi berbasis media digital.
Pertama, ada beberapa fitur laboratorium inovasi yang diperkenalkan. Antara lain:
- Regulasi Inovasi
- Sumber Daya Manusia Pengelolah Inovasi
- Kecepatan Inovasi
- Kemanfaatan Inovasi
- Kualitas Inovasi yang diukur melalui vidio.
“Dimana melalui Vidio itu, terdiri daripada inisiasi Pemda atau Inovasi, latar belakang pembuatan inovasi, tujuan pembuatan inovasi, dan berkelanjutan daripada inovasi”,jelas Aryanto.
Kedua, di Laboratorium Inovasi itu ada
Kocing Klinik Inovasi. Kocing kilinik Inovasi ini dimana, ada proses pembelajaran bagi organisasi perangkat daerah untuk mau belajar tentang cara pembuatan inovasi yang efektif dan efisien.
Ketiga, di Laboratorium ini ada fitur Replika Inovasi. Ini terdiri dari semua inovasi yang ada di organisasi perangkat daerah sejak tahun 2018-2022. Dan, ada juga inovasi dari Kementrian dalam Negeri dalam hal Pembuatan Inovasi seluruh Indonesia, yang dapat dijadikan contoh dalam pembuatan inovasi.
“Sehingga dengan ini, semoga nantinya inovasi ini bisa bermanfaat bagi seluruh organisasi perangkat daerah”, harap Aryanto diakhir wawancaranya.




