
Sebagai salah satu Daerah Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Amirul Tamim yang kini menyatakan diri akan maju lagi sebagai Calon DPD RI Dapil Sultra, saat bincang santai di Hotel Grand Lampusui pekan lalu dengan awak Media, dirinya nyatakan sikap akan memberikan perhatian serius terhadap Wonua Bombana kalau kembali terpilih.
Terlebih lagi kata dia, bila ditarik dari sejarah panjang, baik dari terbentuknya Bombana menjadi Kabupaten, dulunya masih masuk bergabung kedalam wilayah Buton sebagai Kabupaten induk kala itu. Barulah setelah keluarnya Undang-undang Nomor 29 Tanggal 18/12/2003 lau, akhirnya daerah ini Mekar setelah melewati perjuangan yang begitu panjang oleh para Tokoh Pejuang Pemekaran Bombana.
Sehingga tidak heran jika, Amirul Tamim yang juga merupakan Putra Daerah asal Buton bila kelak kembali mendapatkan Kepercayaan dari masyarakat Sultra, untuk duduk selaku keterwakilan di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, akan memberikan perhatiannya dengan daerah ini.
Bukan itu saja sambung Mantan Walikota Bau-bau 2 Periode ini, tambahnya, bila melihat dari Sejarah panjang, Wilayah yang didiami Suku Moronene yang kemudian kini bernama Kabupaten Bombana, pada zaman Kerajaan, antara Kesultanan Buton dan Kerajaan Moronene, memang telah menjalin kerjasama yang cukup baik pada masa lampau.
Dirinya juga memaparkan kalau, tolak ukur daerah-daerah yang kaya itu, pasti pernah diduduki Gerombolan dimasa lalu. Karena apa?, karena daerahnya kaya katanya.
“Kata Dosen terbang saya di pemerintahan dulu, dia katakan, eh kalian calon pamong praja, calon pemimpin masa depan, jangan habiskan dana kalian untuk pergi survei-survei melihat daerah yang kaya. Lihatlah daerah itu, apa pernah diduduki Gerombolan atau tidak?, kalau pernah, berarti itu daerah yang kaya. Seperti dulu kasipute-poleang, dulu di duduki gerombolan?, begitupula dengan Kabaena. Berarti, ini daerah kaya”, urainya.
Untuk itu lanjutnya, “Mari kita ramu kawasan kita ini, dalam satu konteks Ekonomi yang memiliki daya saing. Dalam hal ini, Bombana ini memiliki potensi yang strategis bagi daerah kepulauan. Baik dari sisi pangan, kemudian dari sisi distribusi barang. Sebab, terciptanya ekonomi yang nantinya kuat, tidak lepas dari tergalinya potensi yang ada di kawasan”, tambahnya lagi.
Menurut Amirul Tamim, Bombana memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang bisa menjawab dinamika masa depan. Olehnya itu, bukan hanya kepulauan yang akan berorientasi dengan Bombana, tapi nanti semua kawasan yang ada akan berorientasi di Bombana. Hanya yang jadi pertanyaan, apakah Bombana sadar dengan potensi dan dinamika dimasa depan?, kalau dia sadar, maka akan melakukan penataan
Iapun katanya kaget, dalam kunjungannya kali ini di Bombana, baru dia tahu kalau ternyata ada penyebrangan Kapal Feri Kasipute (Kabupaten Bombana) – Tondasi (Kabupaten Muna Barat).
Nah, ini adalah peluang bila pemerintah menyadari itu. Bila Pemda Bombana berani menyediakan Trayek/Kapal Subsidi, dipastikan bukan hanya mobilisasi orang saja yang akan berjalan, tapi penyaluran barang juga akan ikut serta. Sehingga, pertumbuhan ekonomi akan ada disana. Dan nantinya akan memberikan dampak positif antar kedua daerah tutupnya.
Keuntungan lain lanjut Amirul, bila jalur transportasi laut yang dipakai, tidak adalagi yang namanya pemeliharaan jalan katanya. Seperti halnya para pendahulu kita, jalur perdagangan umumnya mereka menggunakan Transportasi Laut. Sebab, keuntungan lain yang dapat diperoleh, costnya juga relatif murah tutupnya.



