Setelah sekian lama diinginkan akan membuat Kelompok Tani Baru di wilayah tersebut, pada akhirnya, Kamis (27/7/2023), telah resmi terbentuk Kelompok Tani Baru. Dimana sebelumnya, pecahan dari Kelompok Me’asa Laro dan Bunga Sejati.
Hamparan Lokasi Sawah yang berada di Dusun 1 sampai Dusun 2 Desa Lantawonua, Kecamatan Rumbia, ini memang berada dalam satu zona, meskipun dengan titik yang berbeda-beda (Tempatnya). Namun, syarat untuk mendirikan Kelompok sudah layak karena memiliki luas hamparan seluas 14 Hektar.
Sehingga, berkat dasar itulah akhirnya Sumardin menginisiasi untuk membentuk Kelompok Tani Baru. Pada saat dirinya menemani Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Ibu Diana Dora dan Besse Bone, keduanya pun mengatakan hal yang sama. “Lokasinya sudah tepat, dan layak untuk membentuk Kelompok Tani Baru”, ucap keduanya.
Pada saat Pertemuan Pembentukan Kelompok yang juga dihadiri langsung oleh Kepala Desa Lantawonua, Hj. Kurniawati Hasmin, beliau mengatakan kalau secara pemerintahan maupun pribadi, dia sangat mendukung atas terbentuknya Kelompok Tani Baru diwilayahnya.
Hanya saja, pada pertemuan tersebut, dirinya meminta agar komunikasi antara Anggota, PPL, dan Pemerintah jangan pernah putus. Sebab, komunikasi menurutnya adalah hal yang penting dalam sendi kehidupan, terlebih lagi dalam berkelompok.
“Saya sangat senang dan mendukung sepenuhnya atas terbentuknya Kelompok Tani Baru ini. Hanya yang saya minta, komunikasi jangan pernah putus. Baik untuk sesama Anggota, maupun kepada PPL, dan Pemerintah (Pemdes). Dan yang paling terpenting juga, saya berharap keterbukaan harus diterapkan dalam kelompok sehingga tidak ada curiga dan mencurigai”, ujar Kades Lantawonua Kurniawati Hasmin.
Namun begitu, Kurniati Wati juga meminta kepada semua Anggota untuk tidak selalu berfikir Negatif Tinking, tapi harus Positif Tinking. Karena menurutnya, kalau kita selalu berfikir Negatif Tinking, Kelompok tidak akan berjalan sesuai apa yang diharapkan.
Saat diwawancari oleh Media ini, Sumardin yang terpilih sebagai Ketua Kelompok Tani LADOA MORINI, dirinya berkomitmen akan menghidupkan kelompoknya. Yaitu akan selalu berkomunikasi dengan semua anggota, mendengarkan masukan, maupun kendala bila ada masalah di lapangan. Sehingga dengan begitu, apapun permasalahannya, akan cepat difikirkan jalan keluarnya nantinya seperti apa.
Saat ini kata Sumardin, dirinya telah membuat Group Whatsap. Dengan maksud, semua komunikasi akan terpusat di Group itu.
“Saya membuat Group Whatsap, biar komunikasinya enak, komunikasinya terpusat. Jadi, semua keluh kesah meraka, walau tanpa bertemu saya secara langsung, bisa mereka sampaikan lewat Group itu. Dan, saya buat Group itu, adalah salah satu bentuk komitmen saya akan adanya Transparansi. Sehingga menghindari stigma negatif di kemudian hari yang bisa saja muncul, atau dimunculkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab”, ucapnya.
Sekedar Informasi, Kelompok Tani LADOA MORINI, beranggotakan sebanyak 20 an orang. Dengan susunan pengurus, Sumardin sebagai Ketua, Amiruddin M., sebagai Sekretaris, dan Yongki SP sebagai Bendahara.




