
Hadiri Rapat Kerja yang digelar di Depan Kantor Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bombana, Sulrta, Pj Bupati Bombana H. Burhanuddin meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah tersebut, untuk tetap fokus bekerja menjalankan tugasnya masing-masing tanpa harus terganggu dengan isu mutasi.
Coffe Morning yang sekaligus dirangkaikan dengan Rapat Kerja sebenarnya bukan kali ini saja dilaksanakan. Sebelumnya, pertama kali 3 Januari kemarin, telah dilakukan oleh Pj Bupati Bombana yang juga pada saat itu dihadiri oleh Forkopimda, seluruh kepala OPD, Camat, Lurah dll.
Dalam kegiatan yang sama, Pj Bupati Bombana bersama unsur terkait membahas beberapa isu yang tengah melanda bangsa kita saat ini. Diantaranya adalah terkait Gisi Buruk, atau Stunting. Disinggung juga soal kemiskinan Ekstrim yang menjadi permasalahan bangsa pasca Wabah Covid 19 melanda Dunia tanpa terkecuali Negara kita.
Sementara isu daerah yang lagi hangat diperbincangkan kata Pj Bupati, khususnya di Kabupaten Bombana adalah, soal “Isu Mutasi”. Menanggapi isu tersebut, Pj mengenaskan kepada seluruh PNS/ASN untuk bekerja saja dengan baik, dan tetap fokus saja bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang telah diamanatkan tanpa harus terganggu dengan isu yang dimaksud. Sehingga, konsentrasi tetap terjaga dalam menjalankan tugas.
“Ini perlu saya luruskan. Karena sayapun belum pernah fikirkan. Bahkan ada yang bilang sudah ada yang bawa nama-nama untuk dilantik. Lillahi Ta’Allah saya belum pernah, jadi jangan terbawa dengan isu. Bahkan saya sekarang masih sementara menghafal nama-nama Kepala Dinas saya”, urai Pj Kamis (2/2/2023).
Pj Bupati menegaskan jika isu soal mutasi terlalu dianggap luar biasa. Sebab menurut Pj, Mutasi itu hal yang biasa dalam manajemen birokrasi pemerintahan. “Adapun soal Job Fit, Wawancara, itu adalah proses. Dan soal mutasi saya tidak perlu rencanakan. Sebab, itu adalah proses. Bisa saja hari ini kita masih diam-diam, besok saya Lantik, bisa saja. Itu adalah proses”, katanya.
Orang Nomor satu di Wonua Bombana ini juga menepis isu kalau perlakukan setiap Kepala Dinas itu berbeda. Menurutnya semua Kadis adalah saudaranya, tidak ada yang namanya saudara tiri. Kalaupun katanya ada beberapa Kepala Dinas yang sering bertemu dengannya, itu karena dirinya sendiri yang memanggil mereka untuk berdiskusi. Dan siapapun itu, dia siap menerima untuk jadi teman diskusi.



